Search

Shopping cart

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Subscribe to the Newsletter

Join 10k+ people to get notified about new posts, news and tips.

Do not worry we don't spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

WACANA PENGAMBILALIHAN PARKIR OLEH PEMPROV MALUKU

Ambon - Rencana pengambil alihan pengelolaan parkir oleh Pemerintah Provinsi Maluku sontak mendapat reaksi dari sejumlah kalangan, termasuk reaksi keras dari anggota DPRD Kota Ambon.

Anggota DPRD Kota Ambon dari Partai Perindo, Hary Putra Far-Far, menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku harusnya lebih fokus pada program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Fao-Far mengingatkan Pemprov Maluku agar tidak mengambil alih potensi pendapatan daerah yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, termasuk pengelolaan parkir.

“Pemerintah provinsi seharusnya fokus pada kegiatan yang bermuara pada perbaikan, bukan membabi buta mengambil potensi pendapatan daerah kabupaten/kota,” tegas Far-Far, di Ambon beberapa waktu lalu.

"Kewenangan pengelolaan parkir harus mengacu pada pembagian urusan pemerintahan yang jelas antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, " tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Swenly Hursepuny, menilai wacana tersebut berpotensi memicu ketegangan antara Pemprov Maluku dan Pemerintah Kota Ambon. Ia menduga, munculnya wacana pengambilalihan pengelolaan parkir hingga pasar tidak terlepas dari dinamika komunikasi antar kedua pihak

Dirinya mengingatkan agar setiap kebijakan yang diambil tetap mengedepankan koordinasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta menghindari konflik kewenangan antar level pemerintahan.(**)