Search

Shopping cart

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Newsletter image

Subscribe to the Newsletter

Join 10k+ people to get notified about new posts, news and tips.

Do not worry we don't spam!

GDPR Compliance

We use cookies to ensure you get the best experience on our website. By continuing to use our site, you accept our use of cookies, Privacy Policy, and Terms of Service.

Tiakur - Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, terus menunjukkan komitmennya dalam reformasi birokrasi dengan menjadi daerah pertama di Provinsi Maluku yang memperoleh persetujuan penerapan manajemen talenta. Capaian ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem kepegawaian yang modern, profesional, dan berbasis kinerja.

Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Sosialisasi Fitur Progres E-Kinerja Harian yang dilaksanakan pada beberapa waktu lalu, dengan menghadirkan Kepala Kantor Regional IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar, Nanang Subandi, serta Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Eduard J. S. Davidz.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, Nanang Subandi, menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten MBD. Dari puluhan instansi di wilayah kerja BKN Makassar, hanya beberapa daerah yang mampu menyelesaikan tahapan penerapan manajemen talenta, dan MBD menjadi salah satu yang terdepan, bahkan pertama di tingkat Provinsi Maluku.

“Ini merupakan capaian yang sangat luar biasa. MBD dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan ASN berbasis kinerja,” ujarnya.

Nanang juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam manajemen kepegawaian. ASN diharapkan mampu memanfaatkan berbagai aplikasi seperti MyASN dan fitur E-Kinerja Harian guna mendukung sistem kerja yang lebih efektif, terukur, dan akuntabel.

“Prinsipnya sederhana, kerjakan apa yang ditulis dan tulis apa yang dikerjakan. Dengan demikian, kinerja ASN dapat terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong ASN untuk terus meningkatkan kompetensi melalui penyusunan Human Capital Development Plan (HCDP), pemenuhan pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran per tahun, serta perencanaan pengembangan SDM yang berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Eduard J. S. Davidz, menegaskan bahwa peningkatan kinerja ASN merupakan bagian penting dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, sekaligus menjadi fokus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kinerja ASN harus terus ditingkatkan melalui penguatan kompetensi dan profesionalitas. ASN juga harus adaptif terhadap perubahan serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ungkap Sekda.

Terkait sosialisasi fitur progres E-Kinerja Harian, Sekda berharap seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten MBD dapat memanfaatkan aplikasi tersebut secara optimal, disiplin dalam menginput aktivitas kerja harian, serta menjadikannya sebagai alat kontrol dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.

“Melalui penerapan E-Kinerja Harian, saya berharap setiap ASN mampu bekerja lebih terukur, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pencapaian target pembangunan daerah,” harapnya.

Menurutnya, penerapan manajemen talenta dan digitalisasi kinerja merupakan langkah strategis dalam mewujudkan birokrasi yang modern, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Meski telah mencatat capaian penting, Pemerintah Kabupaten MBD masih memiliki sejumlah tindak lanjut yang perlu diselesaikan, antara lain pembaruan data profil talenta, optimalisasi penyusunan kinerja harian, serta penguatan implementasi manajemen talenta secara menyeluruh.

Momentum ini diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik, sekaligus menjadikan Kabupaten MBD sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan ASN berbasis kinerja di Indonesia.(**)